Laporan Perjalanan Talk Show “Blog as a Business”

Karena terlalu panjang kalau harus diceritakan secara detil — dan secara pembaca blog ini sering komen ngasal kalau tulisan di sini kepanjangan, hehehe — maka laporan perjalanan selama, sebelum, dan sesudah acara talk show “Blog as a Business” akan saya tulis berdasarkan poin-poinnya saja. Semoga bisa memperjelas juga kenapa kok ada praktisi akademis yang malah berniat untuk mundur dari dunia blog gara-gara hadir ke seminar tersebut, hehehe. Yuk mari disimak.

  • Seperti biasa, berangkat ke Jogja dengan naik kereta api Sancaka. Pihak panitia sebenarnya sudah menawarkan tiket pesawat, namun kayaknya sayang duitnya kalau cuman ke Jogja aja harus naik pesawat, hehehe. Sempat stuck selama hampir 1/2 jam di suatu tempat (lupa dimana), jadinya baru sampai di Jogja pukul 12.30, terlambat 20 menit dari jadwal.
  • Sesuai dengan janjian sebelumnya, panitia menjemput saya di Malioboro Mall pada pukul 14.00 siang. TikaBanget yang berjanji untuk turut menjemput ternyata lebih memilih untuk bercengkrama dengan NdoroKakung dan AntoBilang di cafe nangis
  • Dari mall berlanjut ke cafe (Own Cafe yah kalau gak salah namanya) untuk menjemput ketiganya. Di sana tidak hanya bertemu dengan Om Wicak dan mas Anto, tapi juga rekan-rekan blogger yang lain (yang rata-rata sudah masuk dalam kategori seleb), termasuk Zam, mbak Fany, dan Herman Saksono. Tika? Lagi sibuk nyalon ternyata…
  • Akhirnya sampai juga di MM UGM. Setelah menunggu dan menunggu, formasi lengkap moderator + speaker baru bersatu pada sekitar pukul 15.45, 25 menit sebelum acara dimulai. Hebatnya lagi, konsepnya malah belum sepenuhnya siap konslet
  • Masuk ke ruangan Student Lounge, tempat diselenggarakannnya seminar, pada pukul 16.30. Ya, terlambat dari jadwal acara yang sedianya dimulai pukul 16.10 ituh. Acaranya sendiri akhirnya baru dimulai pada pukul 16.45 karena menunggu peserta seminar yang juga banyak yang terlambat.
  • Setelah perkenalan dan basa-basi, acara talk show pun benar-benar dimulai. Seminar dibagi menjadi 3 sesi, yaitu sesi “Perkenalan Blog”, sesi “Blog as a Business”, dan sesi “Tanya Jawab dan Kesimpulan”. Untuk pembahasan-pembahasan di masing-masing sesi dapat dibaca di blognya NdoroKakung dan laporan pandangan mata langsung dari Sandal a.k.a Yeni Setiawan. Beberapa poin penting dari seminar nanti akan saya bahas di artikel tersendiri.
  • Sesi ketiga berlangsung secara tidak jelas ayuk Dari tanya jawab, langsung masuk ke pembagian door prize, dan berakhir dengan foto-foto serta penyerahan souvenir. Kesimpulannya? Entah, mungkin memang tidak ada yang bisa perlu disimpulkan, secara yang berada di depan sudah dianggap sebagai makhluk-makhluk aneh, hehehe.
  • Karena hari Jum’at kemarin adalah hari kerja terakhir untuk perpanjangan KTP, saya memilih untuk langsung pulang di Rabu malam. Rencana untuk sukarela dibawa kemana saja malam itu pun terpaksa dibatalkan karena sebelum pulang masih ada keperluan mendadak yang harus diselesaikan. Karena malam hari tidak ada kereta api yang mengarah ke Surabaya (kecuali kalau mau menunggu yang dari Bandung jam 2 pagi), maka saya memilih pulang dengan naik bis. Antobilang dengan penuh perhatiannya mengingatkan saya untuk tidak naik Sumber Kencono. Tenang bro, saya selalu naik Eka kok kalau dari Jogja ke Surabaya :)
  • Dalam perjalanan pulang, entah kenapa bisnya sampai di Surabaya agak terlambat (05.00), padahal lumayan ngebut juga nyetirnya. Saya berangkat sekitar pukul 22.00 malam, berarti seharusnya tiba di tujuan pukul 03.00 – 04.00 pagi. Tapi bagus lah, gak harus pulang pagi-pagi buta naik taksi, secara dulu pernah sampai di Surabaya jam 4-an pagi, dan di perjalanan pulang kena razia polisi, dipikirnya orang baru pulang dugem, hehehe.
  • Istirahat sebentar dan siangnya perpanjangan KTP. Ternyata sekarang biayanya sudah fixed, gak seperti dulu yang “seikhlasnya” :) Yang bikin kecewa, mau ngerubah status dari mahasiswa ke wirausaha gak bisa, harus ganti KSK dulu ternyata. Lebih bete lagi, kok sekarang photonya hitam putih yah? Apa karena tintanya habis?

Sedikit catatan tambahan:

  • Sambutan dari blogger Jogja, panitia, dan pihak MM UGM sendiri sangat memuaskan. Secara pribadi saya merasa nyaman selama ada di sana.
  • Sayang tidak banyak bertemu dengan pembaca blog ini, terutama yang aktif berkomentar. Mungkin hanya master review film ini saja yang saya ingat. Saya sendiri tidak menyangka jumlah tiket masuk sangat terbatas sehingga kabarnya sudah sold out sejak hari sebelumnya. Selain itu, info dari panitia, ada beberapa orang yang memaksa untuk bisa mendapat tiket karena ingin bisa bertemu dengan saya. Thanks guys, lain kali kita pasti bisa kopdar dan ngobrol banyak kok. Semoga.
  • Acara seharusnya dapat berlangsung lebih baik. Hanya saja mungkin kurang persiapan sehingga materi yang dibahas kurang sesuai dengan topik. Kalau boleh mencoba berkomentar dari sudut pandang audience, topik talk show kemarin lebih personal blog-sentris, sedang poin making money from blog sendiri malah kurang dalam digali.
  • Moderator dan dua pembicara lainnya sungguh luar biasa. Saya harus banyak belajar dari mereka, termasuk bagaimana caranya untuk berkomunikasi dengan peserta seminar. Teman-teman, terimalah saya yang newbie ini jadi murid kalian yah…

Beberapa laporan lain dapat dibaca di sini, sini, sini, dan sini.

PS: Photo menyusul.

Artikel ini ditulis oleh Cosa Aranda dan pertama kali dipublikasikan pada tanggal 16 February 2008. Artikel bebas untuk didistribusikan ulang untuk keperluan non-komersil selama mencantumkan nama penulis dan sumber artikel serta tidak merubah separuh atau seluruh bagian dari isi.

Stefanus Andy Santoso: “Make Money Online Sebenarnya Lebih Gampang Dari Bisnis Offline”

Technorati Profile

Membicarakan bisnis internet tentunya tidak lepas dari bidang periklanan, karena bagaimanapun, keterkaitan keduanya erat sekali. Dan kebetulan, korban narasumber kali ini, Stefanus Andy Santoso (yang lebih dikenal dengan nama Andy Orangemood), merupakan expert di kedua bidang tersebut. Saat ini, ia bekerja sebagai asisten manajer penjualan di DLive Media, sister company dari perusahaan iHub Media yang menangani kampanye iklan online dari berbagai perusahaan terkemuka, termasuk Friendster, MDAS (Microsoft Digital Advertising Solutions), dan SCTV Network.

Nah, bagaimana pendapat beliau mengenai perkembangan bisnis internet Indonesia di tahun 2008?


Bagian berikut ini sama persis dengan jawaban yang diberikan oleh narasumber, tanpa ada bagian yang diubah / dimodifikasi, kecuali penambahan tautan (jika ada), koreksi typo, dan format tulisan (cetak tebal, miring, dll).

Bagaimana pendapatnya tentang perkembangan bisnis internet Indonesia di tahun 2007 barusan? Apakah di tahun 2008 nanti kondisi tersebut akan bertahan atau mengalami perubahan?

Tahun 2007 merupakan second baby step dari sebelumnya (tahun 2000-an) untuk local player, kalau dicermati ada beberapa pemain baru yang “kelihatannya” serius “menggodok” bidang bisnis online, dari yang conceptnya semi online maupun yang benar-benar online seperti bisnis game online yang selalu muncul pemain baru setiap tahunnya > 4 perusahaan. Tahun 2008 sendiri saya yakin akan semakin meningkat, pemicunya adalah semakin baiknya infrastructure (cable and next WiMax) dan alternative (3 & 3.5 G) pilihan untuk masyarakat terkoneksi dengan internet, maka akan semakin banyak pihak yang sadar bahwa ceruk di dunia online ini sebenarnya cukup menjajikan. Bicara mengenai porsi iklan karena berhubungan dengan pekerjaan saya, beberapa brand-brand besar akan menyisihkan anggaran yang lebih banyak ke digital advertising, dan sudah terasa di awal bulan ini.

Dengan semakin banyak masyarakat yang melek akan potensi bisnis online, apakah ini akan membawa perubahan dalam kondisi bisnis offline di Indonesia? Bagaimana dengan UKM?

Bisnis offline di Indonesia masih menjadi yang utama, bisnis online akan dimanfaatkan sebagai amplifier, kecuali untuk pemain yang memang pure online bidang bisnisnya, akan semakin banyak perusahaan yang “berpikir” keras untuk memanfaatkan media online untuk mendukung proses bisnisnya misalnya untuk advertising/branding/awareness , CRM & PR. Untuk UKM kemungkinan justru yang akan lebih gencar memanfaatkan media online, contoh simple untuk mereka bisa memanfaatkan media online untuk advertising/branding/awareness karena dari segi cost tentunya lebih affordable dan diharapkan lebih effective karena lebih measurable. Atau seperti yang banyak dilakukan sekarang sell our own product/service with internet.

Peran pemerintah dalam membantu pengembangan bisnis internet hingga sekarang terasa masih kurang. Bagaimana dengan tahun 2008 nanti?

Pertanyaan yang bagus dan susah dijawab oleh kita semua, tentunya kita sangat berharap pemerintah memberikan perhatian lebih di bidang ini karena pada prinsipnya internet bisa membawa kemajuan dan dampak positif bagi masyarakat, jangan berdalih internet lebih banyak membawa pornography dan violence, semua itu sangat mudah diatasi dari segi teknikal bekerja sama dengan seluruh ISP misalnya memblok situs2 yang memang berdampak negatif, melihat respon bapak menteri di Pesta Blogger kemarin, saya sendiri cukup optimis pemerintah sebenarnya cukup aware dan mendukung, tinggal eksekusinya saja.

Bagi individu / personal, bagaimana prospek “make money from blog” di tahun 2008?

Pertanyaan yang paling sering datang ke email saya atau saat saya bertemu blogger2 :) Saya sendiri optimis 2008 beberapa blogger akan bisa menikmati “remah-remah” porsi iklan dari brand-brand besar, dengan catatan bagi mereka yang memang benar-benar terbukti, ulet dan konsisten. Mengenai make money jangan lupa sebenarnya lebih gampang dari bisnis offline dan tradisional, jadi pastikan kita mempunyai long breathe ketika akan bermain di online.

Apa yang kira-kira akan menjadi andalan bagi blogger di tahun 2008? Apa akan masih tetap mengidolakan Google AdSense?

Saya malah ada pertanyaan balik, berapa banyak yang sudah “mencicipi” nikmatnya GA dari tahun-tahun kemarin? Logikanya jika cukup banyak maka akan banyak yang setia dan makin banyak yang mencoba, jika tidak maka akan mencari alternative lain.

Bagaimana dengan bisnis affiliasi dan “wirausaha” online (berjualan produk sendiri)? Mana yang akan lebih berkembang di tahun 2008?

Akan lebih banyak bermunculan wirausaha online, berhubungan dengan pertanyaan no. 2 sebelumnya, baik itu pemain individual maupun kelas kakap. Bisnis affiliasi juga akan tetap tumbuh.

Program PPC lokal mulai bermunculan, seperti Affiliates Indonesia, KumpulBlogger, dll. Bagaimana pendapatnya tentang ini? Bagaimana prospek mereka di tahun 2008?

Hal itu tergantung dari keseriusan mereka sendiri, dari mulai system, service sampai sales mereka, yang pasti mereka akan “bergerilya” dengan “keras” (pengalaman pribadi sampai “berbusa-busa” lho)

Apa harapan bagi dunia bisnis internet Indonesia di tahun 2008? Ada pesan-pesan khusus bagi pebisnis internet Indonesia?

Harapan ya simple… Penetrasi internet Indonesia meningkat pesat, maka yang lain akan mengikuti sendiri. Pesannya untuk pemain personal/individual saja ya karena kalau pemain kelas kakap saya yang malah belajar… Untuk personal/individual bisnis online = bisnis offline, buat rencana dengan baik dan matang, eksekusi dengan sepenuh hati dan pikiran, maintenance dengan teratur, expand dengan tepat dan hati-hati.


Dari interview kali ini, saya ingin menstabilo (kalau menggunakan istilah “menggarisbawahi” kan sudah umum, hehehe) pendapat mas Andy mengenai PPC lokal dimana masa depan mereka tergantung dari keseriusan kerja mereka sendiri. Dan secara pribadi, dari keempat program PPC lokal yang saya ketahui (apa ada lebih dari 4?), semuanya belum fokus mempromosikan program mereka masing-masing. Namun informasi terbaru dari mas Andy, sepertinya KumpulBlogger (sori, namanya kok gak komersil banget yah, hehehe) akan segera mulai melangkah ke jenjang yang lebih serius. Mari kita tunggu saja sepak terjangnya :)

Artikel ini ditulis oleh Cosa Aranda dan pertama kali dipublikasikan pada tanggal 16 January 2008. Artikel bebas untuk didistribusikan ulang untuk keperluan non-komersil selama mencantumkan nama penulis dan sumber artikel serta tidak merubah separuh atau seluruh bagian dari isi.